1 August 2011

Amien Rais, soal kemandirian bangsa

Berceramah di depan jamaah tarawih masjid kampus UGM malam ini, Amien Rais ternyata masih sama seperti dua tahun lalu. Isi pembicaraannya tak pernah jauh dari isu kemandirian bangsa dilihat dari perspektifnya yang anti kekuatan asing. Beliau selalu melihat Indonesia sebagai subordinat bangsa lain, dus, melayani kepentingan bangsa lain. Indonesia, kata beliau, masih merupakan bangsa bermental budak yang disetir oleh tangan-tangan VOC versi modern. Akibatnya tak ada rencana yang berhasil, tak ada usaha yang bermanfaat untuk kemakmuran negeri. Tak lupa beliau memberi contoh dengan mengutip ucapan presiden SBY soal negosiasi ulang kontrak-kontrak tambang dengan perusahaan asing.

Masih relevankah pandangan pak Amien? Apakah kemandirian yang dimaksud beliau adalah melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan bangsa lain? Di tengah dunia yang semakin terbuka dan seakan borderless oleh kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, bisakah sebuah bangsa hidup tanpa bantuan dan kerjasama dengan bangsa lain?

Apalagi jika dilihat dari perspektif supply chain management, perusahaan-perusahaan multinasional butuh jaringan antarnegara untuk berkembang. Di lain pihak, Indonesia juga butuh investasi untuk memodali pembangunan. Perusahaan-perusahaan asing mencari material dan menyebarkan produknya ke berbagai negara; menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan lokal; merekrut orang-orang lokal dan seterusnya. Jaringan bisnis sudah jalin-menjalin ke seluruh dunia dan sangat sulit untuk berbicara tentang melakukan segala sesuatunya sendirian di era globalisasi semacam ini.

Dunia sudah semakin borderless. Dan bagi saya, layaknya seorang manusia, sehebat apapun sebuah negara ia tak akan mampu bertahan tanpa bantuan negara-negara lain. Sebab tak ada satu negara pun yang punya semua hal. Pasti ada kurangnya di sana dan di sini. Maka kerjasama itu mutlak dan tak bisa dihindari. Kita harus memanfaatkan teknologi dan sumber daya mereka sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sebagaimana mereka juga memanfaatkan kita untuk kemakmuran mereka sendiri. Dengan demikian, bekerjasama bukanlah berarti menjadi subordinat dan melayani kepentingan negara lain.

Saya pikir ide-ide nasionalisme dan kemandirian seperti yang dimaksudkan pak Amien tersebut sudah mulai usang.

No comments: