27 January 2011

People power

Nampaknya sedang banyak protes dan aksi turun ke jalan di sebagian negara Timur Tengah. Persis seperti di Indonesia waktu zaman reformasi dimulai. Berawal dari aksi masa di Tunisia yang memaksa pemimpin negeri itu kabur ke luar negeri, sekarang bak efek domino hal yang sama terjadi di Mesir dan Yaman. Tak jauh beda dengan apa yang sudah terjadi di Indonesia, tujuan mereka hanya untuk menuntut mundur pemerintah yang sudah sekian puluh tahun bercokol di kursi kekuasaan. Contohnya Hosni Mubarak, presiden Mesir. Perasaan saya sudah mendengar namanya sejak zaman SD dulu, eh sampai sekarang masih saja berkuasa. Heran tak ada bosan-bosannya berkuasa, sekarang malah rakyatnya yang duluan bosan.

Dunia sudah berubah. Bukan zamannya lagi berkuasa lama-lama. Di Indonesia pun sekarang nampaknya orang mulai bosan dengan SBY, padahal dia belum lama berkuasa. Di periode pertama dia banyak dipuja, di periode kedua kelihatannya lebih banyak sinisme. Semua ucapannya dikritik, dibilang curhat dan ditanggapi tak enak. Kadang kasihan melihatnya. Baru-baru dia berkomentar soal gajinya yang tak naik, lantas spontan sebagian orang menggalang aksi sumbang koin untuk SBY. What the hell!? Alih-alih memberikan solusi mereka malah menghina. Hanya sinisme belaka. Apa coba manfaatnya? Kebanyakan kritik tanpa solusi. Saya tak yakin orang-orang yang mengkritik itu bisa lebih baik.

Melihat semua itu, sekarang saya berani mengambil kesimpulan bahwa seorang pemimpin yang baik tak boleh lama-lama berkuasa. Mundurlah baik-baik di puncak kejayaan, sebab jika masa itu sudah lewat dan anda masih berkuasa, maka bersiaplah untuk dicaci-maki dan bahkan dipaksa turun oleh people power

Itu pasti hal yang sangat sulit untuk dilakukan; pernahkah berpikir untuk mundur saat anda sedang jaya-jayanya!?

No comments: