Melihat dunia melalui sebuah layar kaca yang tak pernah berhenti bergerak. Duduk menatap tv sambil mereguk kopi panas dan melihat apa yang terjadi di seantero dunia via CNN, BBC, Aljazeera atau menonton film di HBO, Star Movie dll. Amerika Serikat (AS) tengah dilanda krisis ekonomi terburuk dalam sejarah. Pihak Republik dan Demokrat sedang berembuk untuk mengatasi bencana ekonomi ini. Bank simpan-pinjam terbesar di AS, Washington Mutual (WaMu) bankrut dan menurut kabar terakhir WaMu dibeli oleh JPMorgan. Krisis ekonomi ini menjadi isu utama dalam debat ronde pertama calon presiden Obama dan McCain baru-baru ini. Apakah ini awal dari kehancuran ‘American Empire’ seperti kata Mahmoud Ahmadinejad? Rusia, China dan India mulai menunjukkan taringnya, sementara AS sedang dilanda kagalauan.
Pakistan, Syuriah, Afganistan dan Irak dilanda teror bom. Thailand dan India dilanda banjir, sementara China tengah sibuk mengatasi produk susu yang terkontaminasi racun, disamping tengah berbangga hati dengan astronotnya (atau ‘Taikonot’, begitu mereka menyebutnya) yang tengah mengadakan misi jalan-jalan di luar angkasa. The first country’s spacewalk mission ever!
Setelah sukses mengadakan Olimpiade, kini China berjaya lagi dalam bidang antariksa. Raksasa Asia ini benar-benar telah bangkit. Sang Naga sudah menggeliat dan menyemburkan apinya ke seantero bumi. Melaksanakan olimpiade dan pergi ke luar angkasa hanya bisa dilakukan jika anda punya banyak uang. Benar, China sudah menjadi negara kaya saat ini. Dan perlu dicatat, itu semua tak ada hubungannya dengan demokrasi. Bukankah tak ada demokrasi di China? Pencapaian mereka harus menjadi pelajaran bagi negeri ini.
Sementara itu, di lepas pantai Somalia para pembajak menahan sebuah kapal berbendera Ukraina. Di Finlanda polisi sedang menyelidiki kasus penembakan di sebuah sekolah yang menewaskan sembilan orang. Jepang sudah memiliki Perdana Menteri (PM) baru, Taro Aso yang menggantikan Yasuo Fukuda yang mengundurkan diri setelah memerintah kurang dari setahun. Begitu pula Pakistan sudah memilih presiden penganti Musharraf yakni Ali Zardawi, suami dari mendiang Benazir Bhutto. Thailand juga sudah memilih PM baru pengganti PM Samak Sundaravej. Israel sebentar lagi akan memilih PM. Adalah Tzivi Lipni yang baru saja memenangkan pemilihan ketua partai Kadima yang diperkirakan akan mengganti Ehud Olmert. Presiden Simon Perez sudah memerintahkan Lipni untuk membentuk kabinet baru. Di New York sedang diadakan Sidang Umum PBB, menghadirkan banyak pembicara dari berbagai belahan dunia seperti Ahmadinejad, Din Syamsuddin, Hamid Kharzai, kalau tak salah juga Robert Mugabe dan Bill Gates.
Di Asia Tenggara, Singapura sedang berbangga hati mengadakan balap Formula-1 malam hari yang pertama dalam sejarah. Di Malaysia pihak oposisi yang dipimpin Anwar Ibrahim tengah sibuk menuntut pengunduran diri PM Abdullah Ahmad Badawi. Jika Anwar naik menjadi PM maka mungkin saja Malaysia akan meniru jejak indonesia: reformasi. Malaysia akan memasuki ‘the new era of democracy’, dan semoga jika Anwar memimpin akan memperbaiki hubungan Malaysia-Indonesia. Toh Anwar memang dekat dengan banyak pihak di Indonesia.
Saya cari-cari berita tentang Indonesia selama beberapa malam terakhir ini, namun tak ketemu satupun. Mengapa negara ini seperti tak dilirik oleh dunia? Seolah terasing diantara hingar-bingar dunia sekitar. Apakah ini berarti kita tak dianggap punya cukup prestasi dan prestise? Padahal pencapaian Indonesia dalam hal demokrasi sudah cukup luar biasa, mengapa dunia tak melirik juga? Apakah Indonesia hanya akan masuk berita jika ada teror bom, banjir, tsunami, gempa dan berita buruk lainnya?